Jenis speaker itu sendiri dapat dibagi
lagi dalam tiga jenis berdasarkan kelompok besarnya, yaitu:
Speaker Dual Cone
Jenis speaker ini memiliki kualitas suara yang
sangat standar, bentuknya dilengkapi dengan dua buah konus. Biasanya speaker
jenis ini sudah digunakan sebagai speaker standar. Speaker jenis ini juga bisa
disebut sebagai speaker full range karena memang mampu menghasilkan rentang
frekuensi yang luas, namun tidak maksimal.
Speaker Coaxial
Speaker jenis ini memiliki desain dengan posisi woofer, midrange
ataupun
tweeter yang menyatu dalam satu poros. Speaker coaxial pun memiliki jenis 2 way (tweeter , woofer), 3 Way (tweeter, midrange, woofer) dan ada juga yang 4 way (2 tweeter, midrange, woofer) .
tweeter yang menyatu dalam satu poros. Speaker coaxial pun memiliki jenis 2 way (tweeter , woofer), 3 Way (tweeter, midrange, woofer) dan ada juga yang 4 way (2 tweeter, midrange, woofer) .
Speaker Split / Speaker Component
Jenis speaker ini dilengkapi dengan midbass,
midrange, tweeter yang terpisah-pisah untuk dijadikan dalam satu set sistem
speaker. 1 set speaker split juga dilengkapi dengan perangkat elektronik
bernama crossover passive yang berfungsi untuk memila-milah atau membagi
frekuensi suara agar tweeter, midrange dan midbass mendapat frekuensi yang
sesuai dengan kemampuannya. Jenis ini dapat terbagi lagi dalam 1 set jenis 2
way (Midbass, Tweeter), 3 Way (Midbass, Midrange, Tweeter). Jenis ini adalah
yang paling baik untuk mendapatkan kualitas suara paling bagus, karena
posisinya yang juga dapat diposisikan secara terpisah-pisah. Dari segi kualitas
outputnya, jenis speaker terbagi dalam 3 kategori, yaitu low-end, mid-end dan
high-end.
Low-end Speaker
Speaker kelas ini memiliki kualitas suara
(output) yang lebih rendah
dibandingkan dengan dua kategori lainnya. Kelebihan dari jenis speaker ini adalah desain dan warnanya yang cukup menarik. Para pemula audio yang masih mencari–cari speaker yang suaranya pas di telinga biasanya membeli jenis ini. Karakter dasar low-end speaker yang menjadi kelemahannya adalah nada treblenya yang terlalu tinggi, suara midrange yang cempreng ( tidak ada nada rendah ) dan mudah mengalami distorsi. Jenis speaker ini dipasarkan dengan harga ekonomis yang terjangkau oleh masyarakat umumnya.
dibandingkan dengan dua kategori lainnya. Kelebihan dari jenis speaker ini adalah desain dan warnanya yang cukup menarik. Para pemula audio yang masih mencari–cari speaker yang suaranya pas di telinga biasanya membeli jenis ini. Karakter dasar low-end speaker yang menjadi kelemahannya adalah nada treblenya yang terlalu tinggi, suara midrange yang cempreng ( tidak ada nada rendah ) dan mudah mengalami distorsi. Jenis speaker ini dipasarkan dengan harga ekonomis yang terjangkau oleh masyarakat umumnya.
Mid-end Speaker
Kualitas suaranya yang lebih natural membuat
jenis speaker ini lebih enak
didengar, dibandingkan dengan mendengar low-end speaker. Hasil suaranya terdengar lebih dalam, nada tinggi treble lebih baik sehingga lebih balance dan pembagian frekuensinya lebih detail. Salah satu faktor utama yang meningkatkan kualitas suaranya adalah penggunaan bahan yang digunakan untuk membentuk speaker kelas mid-end. Kemasannya juga lebih rapih dan eksklusif. Oleh sebab itu, harga mid-end speaker biasanya lebih mahal dibandingkan dengan speaker kategori low-end.
didengar, dibandingkan dengan mendengar low-end speaker. Hasil suaranya terdengar lebih dalam, nada tinggi treble lebih baik sehingga lebih balance dan pembagian frekuensinya lebih detail. Salah satu faktor utama yang meningkatkan kualitas suaranya adalah penggunaan bahan yang digunakan untuk membentuk speaker kelas mid-end. Kemasannya juga lebih rapih dan eksklusif. Oleh sebab itu, harga mid-end speaker biasanya lebih mahal dibandingkan dengan speaker kategori low-end.
High-end Speaker
High-end speaker digemari oleh para pecinta
audio yang biasanya setia hanya terhadap jenis dan warna lagu tertentu saja dan
juga oleh para maniak audio yang lebih mencintai perangkat audio dan hasil
keluarannya ketimbang jenis musik yang dihasilkan. Karakter suara dari jenis
high-end speaker sangat natural dengan separasi, imaging dan kedalaman yang
tepat. Frequency response speaker, selain juga power handling, adalah faktor
utama penghasil kualitas suara yang super tersebut. Dengan menggunakan alat
tes, grafik frekuensinya jauh lebih flat dan smooth. Oleh karena itu, suara
yang dihasilkanpun sangat hidup, tidak hanya lagu atau musiknya saja namun juga
emosi dan penjiwaan dari pemain musik dan penyanyi sangat terasa di telinga,
layaknya seperti menyaksikan langsung sebuah live concert. Speaker high-end
umumnya memakai bahan bermutu tinggi seperti misalnya keramik yang diberi
lapisan, polypropylene, Kevlar hingga diamond (tweeter keluaran Accutone
Diamond). High-end speaker biasanya tidak begitu mementingkan bentuk dan
desain. Sehubungan dengan kualitas bahan dan output speakernya yang super
tinggi, harga speaker high-end pun jauh lebih tinggi dari kedua kelas
sebelumnya Headphone
4. Headphone
adalah sepasang pengeras suara kecil, atau
kurang umum pembicara tunggal, diadakan dekat dengan telinga pengguna dan
dihubungkan ke sumber sinyal seperti amplifier audio, radio, pemutar CD atau
media player portabel. Mereka juga dikenal sebagai stereophones, headset atau,
bahasa sehari kaleng. Versi in-ear dikenal sebagai earphone atau earbuds. Dalam
konteks telekomunikasi, istilah headset digunakan untuk menjelaskan
kombinasi headphone dan mikrofon yang digunakan untuk
komunikasi dua arah, misalnya dengan telepon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar